Seperti yang pernah dikatakan oleh Mario Teguh, tokoh yang tak asing lagi bagi kita. "Anak muda tanpa galau itu nggak lengkap." Ungkanya pada sebuah acara yang tayang setiap Minggu malam di salah satu stasiun TV swasta Indonesia.
Kalau saya boleh menggambarkan, galau itu semacam perasaan yang bisa dikatakan nanggung. Bimbang, gundah, gulana, merana, tersiksa. Mau nangis ragu, mau ketawa juga nggak bisa. Hampir mendekati linglung. Ciri-cirinya kalau diajak ngobrol udah mulai ngelantur atau nggak nyambung, suka tiba-tiba ngamuk sendiri (curcol dari penulis,haha) .Ciri lainnya sering-sering update status baik di facebook maupun di twitter dengan bahasa-bahasa yang agak didramatisir.
Selasa, 06 Desember 2011
Sabtu, 12 November 2011
Secangkir Kopi
Secangkir kopi tak bersisa
Temanku menanti hal sia-sia
Yakinku kau takkan tiba
Demi aku yang sedang merana
Secangkir kopi pahit tiada rasa
Jika berbanding pahit dalam luka
Tercabik janji yang melena
Menyayat hingga tak sisa
Secangkir kopi hitam warnanya
Seperti kelam yang makin nyata
Terbelenggu memori lama
Mengendap di lubuk jiwa
Temanku menanti hal sia-sia
Yakinku kau takkan tiba
Demi aku yang sedang merana
Secangkir kopi pahit tiada rasa
Jika berbanding pahit dalam luka
Tercabik janji yang melena
Menyayat hingga tak sisa
Secangkir kopi hitam warnanya
Seperti kelam yang makin nyata
Terbelenggu memori lama
Mengendap di lubuk jiwa
Rabu, 26 Oktober 2011
Take It Easy
Mencoba untuk tetap enjoy, santai tapi tetap terkontrol. menjalani hidup itu bisa dibilang mudah, tapi tak sedikit yang mengatakan bahwa itu sulit dan berat. itu semua tergantung pada cara pandang setiap insan. Fine, nggak ada yang salah tentang cara pandang hidup seseorang. Tapi menurut saya, yang paling pokok dan utama ketika kita akan menentukan pilihan atau akan melangkah adalah bagaimana cara berpikir kita.
Kita benahi dulu tentang cara berpikir kita. Karena menurut saya (lagi) itu merupakan dasar dalam hidup. Katakanlah hidup ini memang berat, kita diberi tanggungan dan kewajiban yang kalau kita pikir, apa iya kita bisa?
Kita benahi dulu tentang cara berpikir kita. Karena menurut saya (lagi) itu merupakan dasar dalam hidup. Katakanlah hidup ini memang berat, kita diberi tanggungan dan kewajiban yang kalau kita pikir, apa iya kita bisa?
Menjadi Hamba yang Kuat
Bismillahirrohmanirrohim
Semoga ini adalah pilihan yang tepat. Fokuskan diri di salah satu pilihan tanpa mengabaikan pilihan yang lain. Jangan pikirkan beratnya, tapi pikirkan betapa indahnya hari esok jika kita berjuang hari ini.
Singkirkan ego mulailah berkarya dan bekerja. Tak lupa diiringi doa kepada yang maha kuasa agar selalu melindungi setiap langkah kita. Yakinlah bahwa Ia akan selalu membantu kita yang siap untuk berjuang.
Tak perlu menyerah terhadap keadaaan,
Selasa, 18 Oktober 2011
Keragaman Sahabat
Masih membicarakan tentang sahabat. Bagi saya, sahabat adalah seseorang yang kehadirannya sangat penting dalam kehidupan saya. Tapi yang jadi pertanyaan, kenapa saya tidak memiliki seorang atau beberapa sahabat? Mungkin itu pertanyaan saya beberapa waktu silam.
Ketika itu saya begitu meng'elu-elu'kan seorang sahabat. Saya sangat menginginkan seorang sahabat yang selalu menemani saya, mendengar keluh kesah saya, peduli dengan saya, menuruti apa mau saya, yang bisa take and give sama saya dan bahkan saya ingin sahabat saya berlaku seperti saya. Sehingga saya tidak menemukan sahabat yang saya cari.
Ketika itu saya begitu meng'elu-elu'kan seorang sahabat. Saya sangat menginginkan seorang sahabat yang selalu menemani saya, mendengar keluh kesah saya, peduli dengan saya, menuruti apa mau saya, yang bisa take and give sama saya dan bahkan saya ingin sahabat saya berlaku seperti saya. Sehingga saya tidak menemukan sahabat yang saya cari.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Rinduku
Rasa rindu yang menyesakkan dada
Menggoncangkan hati sanubari
Menggoyahkan iman yang sudah terpatri
Membisu hatiku dalam hasrat
Ingin kuremas awan
Inginku kupecahkan hujan
Ingin kurobohkan gunung-gunung
Ingin kuteriak pada alam
Kembalikan dia padaku....
Tak relakah kau melihatku bahagia
Tak relakah kau melihatku bahagia
Dinding yang kian hari kian tebal
Dinding yang kian hari kian tinggi
Dan aku...
Tiada berdayanya diriku
Isakku meratapi rapuhnya raga ini
Mengharap keajaiban yang tiada akan pernah datang
Menggoncangkan hati sanubari
Menggoyahkan iman yang sudah terpatri
Membisu hatiku dalam hasrat
Ingin kuremas awan
Inginku kupecahkan hujan
Ingin kurobohkan gunung-gunung
Ingin kuteriak pada alam
Kembalikan dia padaku....
Tak relakah kau melihatku bahagia
Tak relakah kau melihatku bahagia
Dinding yang kian hari kian tebal
Dinding yang kian hari kian tinggi
Dan aku...
Tiada berdayanya diriku
Isakku meratapi rapuhnya raga ini
Mengharap keajaiban yang tiada akan pernah datang
Minggu, 10 Juli 2011
Kehidupan
Aku
Makin ku tak tahu
Akan apa pikirku
Juga dengan hatiku
Hingga tak terwujud segala mauku
Mungkin ini salahku
Yang mengagungkan egoku
Bukan sesal yang kumau
Tapi aku tak seperti itu
Bukan yang selalu tunduk akan kata-katamu
Sebab tuhan maha tahu
Dia yang mengatur langkahku
Juga langkahmu
Makin ku tak tahu
Akan apa pikirku
Juga dengan hatiku
Hingga tak terwujud segala mauku
Mungkin ini salahku
Yang mengagungkan egoku
Bukan sesal yang kumau
Tapi aku tak seperti itu
Bukan yang selalu tunduk akan kata-katamu
Sebab tuhan maha tahu
Dia yang mengatur langkahku
Juga langkahmu
Langganan:
Postingan (Atom)