Senin, 07 Mei 2012
Kegalauanku
Entah berapa kali sudah ku kerutkan dahi ini
Mencoba tuk pahami apa yang terjadi
Menerawang jauh ke kubuk hati
Dan tetap saja tak ku mengeri
Langkahku kian tak tentu
Tergopoh akan rasa yang palsu
Tercabik-cabik cinta yang semu
Dan aku masih tak tahu
Ku terdiam dalam bisu
Memaku
Serta berserah pada-Mu
Memohon dan bersuru
Tunjukkan aku jalan-Mu
5-2-2011
Selasa, 13 Maret 2012
Menjemput Jodoh
Untuk segment kali ini saya akan membicarakan hal yang sedikit agak ekstrim. Jodoh. Kedengarannya mungkin berat,hehe. Mungkin saya juga belum pantas untuk membicarakan hal ini, tapi saya hanya ingin sekedar berbagi dari sedikit yang saya dapat dari salah seorang guru agama islam sekolah dasar ketika sore tadi saya berbincang dengan beliau.
Jodoh memang rahasia Tuhan, tapi dibalik itu semua, kita juga kok yang menentukan.
Selasa, 07 Februari 2012
Pacarku Selingkuh...
“Ricko selingkuh, Hef. Di depan mataku sendiri, aku lihat dia pegangan tangan sama cewek lain di mall. Padahal dia pegang tanganku aja nggak pernah.” Ujar Bela sambil sesenggukan. “Awalnya dia nyuekin aku, disms jarang bales, ditelfon nggak pernah diangkat, susah banget diajak ketemuan, ternyata dia selingkuh.” Tambah dia yang makin sesenggukan.
Saya menatapnya dengan seksama “Kamu marah? Kamu benci? Kamu masih pengen nangis?” Saya tahu itu pertanyaan retorik.
Kamis, 19 Januari 2012
Khoirul yang Sebenarnya
Khoirul Fajar Utama. Nama yang simple dan mudah diingat. Kurasa tak ada seorang pun di sekolah sebesar ini yang tidak tahu Khoirul. Bukan karena namanya yang simple dan mudah diingat. Dia adalah salah satu siswa teladan di sekolah ini, salah satu sekolah favorit di Yogyakarta. Ia selalu menduduki peringkat 1 baik itu di kelas maupun di sekolah.
Tempo hari saat daftar ulang siswa aku dan Khoirul tak sengaja bertemu. Kami sempat ngobrol singkat dan di ujung perbincangan dia menawariku untuk duduk sebangku dengannya. Dia tahu teman sebangkuku terdahulu pindah sekolah. Karena tidak punya alasan untuk menolak, aku pun mengiyakan permintaannya.
Sebelumnya aku tak banyak tahu tentang Khoirul. Selama dua tahun aku seruangan dengannya hanya sesekali saja aku berkomunikasi, itu pun masih dalam lingkup tugas dan pelajaran. Dia sering terlihat sibuk dengan tumpukan buku-buku tebal yang bisa membuat seekor anjing pinsan jika ditimpuk dengan buku tersebut. Membuatku enggan untuk menyapa atau untuk beramah-tamah dengannya. Mungkin teman-temanku yang lain juga beranggapan demikian, sehingga selama dua tahun dia tak banyak punya teman.
Selasa, 03 Januari 2012
elias howe
Bicara busana tentunya nggak akan lepas dari penjahit. Penjahit pun nggak hanya sekedar penjahit. Di era sekarang ini penjahit juga ada kelas-kelasnya. Dari penjahit pasar, penjahit rumahan, modiste, butik, hingga adi busana. Dengan menawarkan kualitas yang beragam sesuai dengan patokan harga yang mereka tetapkan.
Namun dibalik itu semua penjahit juga tak aka nada artinya tanpa mesin jahit. Kalau saya menyebut seorang tokoh bernama Elias Howe, mungkin tidak semua orang tahu. Tapi tanpa beliau mungkin kita takkan bisa berbusana seperti sekarang ini.
Langganan:
Postingan (Atom)