Untuk segment kali ini saya akan membicarakan hal yang sedikit agak ekstrim. Jodoh. Kedengarannya mungkin berat,hehe. Mungkin saya juga belum pantas untuk membicarakan hal ini, tapi saya hanya ingin sekedar berbagi dari sedikit yang saya dapat dari salah seorang guru agama islam sekolah dasar ketika sore tadi saya berbincang dengan beliau.
Jodoh memang rahasia Tuhan, tapi dibalik itu semua, kita juga kok yang menentukan.
Seseorang yang sudah dekat dengan jodoh, biasanya didatangkan oleh Tuhan secara bersamaan (lebih dari satu), betapa baiknya Tuhan kita, di situlah kita diberi kesempatan untuk memilih. Tapi disinilah letak ujian kita, salah satu hal yang challenging dimana kita menentukan masa depan kita.Tak ada salahnya kita mempunyai kriteria tentang seseorang yang akan kita jadikan pendamping yang harapannya akan selamanya bersama. Saya rasa tidak ada orang normal yang bercita-cita untuk menikah berkali-kali. Tapi coba kita lihat kembali apa saja kriteria kita.
Katakanlah kriteria pertama adalah mempunyai pekerjaan yang tetap. Pekerja yang seperti apa? Kebanyakan orang menganggap orang yang bekerja adalah orang yang berangkat pagi hari dan pulang sore hari, memakai pakaian rapi, bersepatu, dan membawa tas, tanpa peduli apa yang sebenarnya orang itu kerjakan. Sedangkan seorang tukang sapu yang berangkat menggunakan sandal jepit dan hanya berkaos oblong dianggap tidak bekerja. Tidak ada jaminan bahwa orang yang berpakaian rapi dan bersepatu itu akan mengantarkan kita pada keluarga yang harmonis. Karena tidak menutup kemungkinan orang tersebut mungkin koruptor, atau bahkan teroris yang sedang jadi buronan polisi. Yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana orang tersebut mengerjakan pekerjaan yang menjadi amanahnya.
“Saya kelak ingin punya suami/istri yang tampan/cantik.” Ini juga menjadi hal yang menarik. Tampan yang seperti apa? Cantik yang seperti apa? Kalaupun hanya tampan/cantik luarnya saja, saya yakin 50 tahun lagi juga akan keriput. Bedakan dengan orang yang biasa-biasa saja, tapi tampan dan cantik imannya. Insyaallah itu jauh lebih baik.
Bagi kita yang masih gadis atau jaka, kebanyakan akan menambahkan kriteria “Yang penting jangan janda/duda.” Janda atau duda itu ada 2 hal, yang pertama karena ditinggal meninggal dan yang kedua karena bercerai. Dan keduanya sangat berbeda. Jangan mentah-mentah menolak janda/duda. Kita pelajari dulu si “single parent” itu seperti apa. Katakanlah ada seorang janda yang ditinggal meninggal suaminya dan mempunyai 2 anak. Otomatis anak tersebut adalah anak yatim. Jika ada seseorang yang bersedia merawat dan memuliakannya, bukankah Tuhan sedang mendekatkan orang tersebut dengan surganya?
Banyak sekali kriteria-kriteria lain yang tidak akan bisa selesai jika saya bahas satu persatu. Tapi dibalik itu semua ada 3 kriteria yang pokok dan menurut saya itulah yang paling penting. Seiman, jujur dan bertanggung jawab. Seiman itu bagi saya adalah yang paling penting. Jujur, seorang yang beriman dia juga akan jujur, karena jujur itu bagian dari yang diajarkan iman. Bertanggung jawab, ketika orang tersebut sudah tahu akan tanggung jawabnya kepada yang diatas otomatis dia juga akan bertanggungjawab untuk menafkahi istri dan anaknya baik itu lahir dan batin.
Saya percaya Tuhan tidak akan menghabiskan stok orang-orang yang seiman, jujur dan bertanggung jawab kepada orang-orang yang jujur dan bertanggung jawab pula. Jadi semua itu kembali lagi pada diri kita. Jika memang menginginkan yang seperti itu ya jadilah seperti itu. Tak lupa dibarengi dengan memohon bimbingan dan petunjuk dari-Nya. Insya allah terkabul. Amiiinn. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar