Selasa, 03 Januari 2012

elias howe

Bicara busana tentunya nggak akan lepas dari penjahit. Penjahit pun nggak hanya sekedar penjahit. Di era sekarang ini penjahit juga ada kelas-kelasnya. Dari penjahit pasar, penjahit rumahan, modiste, butik, hingga adi busana. Dengan menawarkan kualitas yang beragam sesuai dengan patokan harga yang mereka tetapkan.
Namun dibalik itu semua penjahit juga tak aka nada artinya tanpa mesin jahit. Kalau saya menyebut seorang tokoh bernama Elias Howe, mungkin tidak semua orang tahu. Tapi tanpa beliau mungkin kita takkan bisa berbusana seperti sekarang ini.

Elias Howe adalah penemu mesin jahit, atas jasa beliulah kegiatan jahit-menjahit menjadi rapid an mudah. Awalnya sebelum mesin jahit ditemukan, orang menjahit hanya dengan tulang binatang, benangnya juga dari serat binatang.
Elias Howe dilahirkan di Spencer, Massachussets, Amerika Serikat, pada 9 Juli 1819. Masa kecil Howe banyak dihabiskan untuk membantu ayahnya bertani. Sejak kecil, Howe telah memiliki ketertarikan pada mesin. Karena itulah, saat memasuki usia remaja, 16 tahun, Howe yang tak tamat sekolah itu diterima kerja di pabrik mesin kapas yang terletak di Lowell,Massachussets, sebagai ahli mesin magang. Untuk menambah pengalaman, kemudian ia pindah kerja di parik arloji di Boston, lalu pindah kerja lagi di pabrik instrument ilmiah di Cambridge.

Ketika bekerja di Cambridge, Howe mendengar seseorang bahwa siapa yang bisa membuat mesin jahit, maka ia akan menjadi jutawan dan terkenal. Saat itu, mesin jahit memang belum ada. Aktivitas jahit-menjahit masih dilakukan secara manual dengan tangan. Perkataan orang itu benar-benar meresap di benak Howe, hingga akhirnya Howe terobsesi untuk membuat mesin jahit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar